Tim Nasional Armenia
Team sepak bola nasional Armenia (Armenia: Հայաստանի ֆուտբոլի ազգային հավաքական, Hayastani futboli azgayin havak'akan) sebagai wakil Armenia dalam sepak bola perkumpulan serta dikontrol oleh Asosiasi Sepak Bola Armenia, tubuh pengontrol sepak bola di Armenia. Sesudah memperoleh kemerdekaan dari Uni Soviet, team mainkan laga internasional pertama kalinya pada 12 Oktober 1992. Timnas sudah berperan serta dalam kwalifikasi tiap kompetisi penting dari UEFA Euro 1996 dan sebagainya, walau mereka belum maju ke set skema luruh. di Kejuaraan Sepak Bola Eropa UEFA atau Piala Dunia FIFA. [5] Dalam kesuksesan timnas Armenia yang paling besar sekarang ini, team ada dalam tempat ke-3 di set kwalifikasi UEFA Euro 2012, dengan perundingan polemis menahan mereka capai tempat ke-2, serta karena itu geser ke set play-off.
Tempat training penting ialah di Pusat Teknis-Akademi Asosiasi Sepak Bola Armenia di area Avan utara ibu kota Yerevan, serta team mainkan laga kandang mereka di Stadion Republik.
Armenia jadi negara merdeka di tahun 1991, Republik Sosialis Soviet Soviet yang awalnya bermain untuk team sepak bola nasional Uni Soviet. Asosiasi Sepak Bola Armenia dibangun pada 18 Januari 1992 serta merajut jalinan dengan FIFA di tahun 1992 serta dengan UEFA di tahun 1993. [7] Riwayat timnas Armenia diawali pada 14 Oktober 1992, saat Armenia mainkan laga pertama kalinya menantang Moldova. Tatap muka itu usai dengan hasil seimbang tanpa ada gol. Semenjak 1996, team ini jadi anggota kwalifikasi Kejuaraan Eropa serta Dunia. [8] Armenia sudah bersaing di tiap kwalifikasi Kejuaraan Eropa UEFA serta kwalifikasi Piala Dunia FIFA semenjak 1994. [9]
Pelatih kepala pertama pasukan nasional Armenia ialah bintang sepak bola Soviet-Eduard Markarov. Juara Armenia untuk Penghargaan Jubilee UEFA serta sama-sama bintang besar sepakbola Armenia Khoren Oganesian jadi pelatih kepala. Banyak pelatih awal timnas belum pernah tinggal lebih dari pada 2 tahun. Pelatih Skotlandia Ian Porterfield jadi pelatih kepala di tahun 2006 serta mulai pimpin team untuk beberapa kesuksesan pertama kalinya di panggung internasional. Di bawah kepemimpinannya, team Armenia sudah mainkan rangkaian laga besar dengan kemenangan atas Kazakhstan 2-1, Polandia 1-0 serta Portugal 1-1, dengan Cristiano Ronaldo di lineup. Tetapi selanjutnya tragedi menimpa; Porterfield yang berumur 62 tahun wafat sebab kanker, tinggalkan kerjanya yang belum usai. Seorang asisten asisten pelatih, Vardan Minasyan, jadi pelatih kepala akting sesudah kematian Porterfield. Minasyan belajar beberapa dari Porterfield serta Samvel Darbinyan, bekas pelatih kepala Armenia yang lain, semasa waktu ini mengenai pembinaan serta pengendalian. [10] Pada 10 Februari 2009, sesudah undian untuk set kwalifikasi team UEFA Euro 2012, atas perintah Presiden Asosiasi Sepakbola Armenia Ruben Hayrapetyan, Minasyan terus pimpin pasukan nasional Armenia, cuma saat ini untuk pelatih kepala sah. [11] [12] [13]
Dalam laga kwalifikasi UEFA Euro 2012, Minasyan pimpin Armenia di Group B menantang Rusia, Slovakia, Irlandia, Makedonia, serta Andorra. Armenia, yang dipandang tidak diunggulkan berat, menaklukkan Slovakia favorite group dengan dua kekalahan mutlak 4-0 serta 3-1, menaklukkan Andorra dalam dua laga 4-0 serta 3-0, seimbang dengan Makedonia 2-2 serta menaklukkan mereka di putuskan laga 4–1 serta diikat dengan juara group Rusia 0-0. Team Armenia cetak gol paling banyak dari Group B, dengan keseluruhan 22. Henrikh Mkhitaryan dari Armenia cetak enam gol, gol paling banyak yang diciptakan oleh satu pemain di Group B. [14] [15] Timnas hampir membuat hasil seimbang paling akhir, tapi kalah polemis dalam laga tentukan menantang Irlandia 1-2. Penjaga gawang Armenia Roman Berezovsky dikasih kartu merah oleh wasit Spanyol Eduardo Gonzalez di menit ke-26 sebab disangka sentuh bola di luar ruang gawang. Tetapi, replay jelas memperlihatkan bola sentuh dadanya serta belum pernah sentuh tangannya. Replays memperlihatkan jika penyerang Irlandia Simon Cox betul-betul sentuh bola dengan tangan kanannya. [16] Meski begitu, Gonzalez tidak memberi hukuman Cox. Cox selanjutnya mengaku jika dia sentuh bola dengan tangannya. [17] Bila pelanggaran Cox sudah diberi hukuman, Armenia akan diberi sepakan bebas. [6] Berezovsky diganti dengan kiprahnya Arsen Petrosyan yang berumur 19 tahun. Valeri Aleksanyan selanjutnya dengan cara tidak menyengaja cetak gol bunuh diri melalui Petrosyan, yang pada akhirnya putuskan laga. Armenia serta Irlandia semasing akan cetak gol lain. Asosiasi Sepak Bola Armenia gagal ajukan protes atas laga itu. [16] [18] Gonzalez selanjutnya memundurkan diri sesudah laga. [19] Walau tidak pernah bermain di UEFA Euro 2012, Minasyan bawa timnas Armenia ke rekor rangking # 41 FIFA, tempatkan team di tempat ke-3 paling baik pribadi di set penyisihan group dan jadi pelatih kepala terpanjang di dunia. Team sepak bola Armenia. Minasyan mengatakan jika ia bangga dengan semua team. [20] [21] Mereka diterima di lapangan terbang kembali lagi di Armenia untuk pahlawan. [22]
Sesudah jalankan UEFA Euro 2012 yang mengagumkan, kwalifikasi Piala Dunia 2014 serta Euro 2016 gagal, dengan faksi Armenia berdiri di dekat sisi bawah dalam jalankan Piala Dunia 2014 serta usai paling akhir tanpa ada kemenangan tunggal dalam kampanye Euro 2016. Armenia selamatkan sedikit kebanggaan pada kwalifikasi Piala Dunia 2018 saat Armenia sukses membuat kemenangan kandang 3-2 yang mengagetkan atas Montenegro, yang berperan pada ketidakberhasilan Montenegro untuk maju ke Piala Dunia FIFA 2018. [23] Sesudah kekecewaan-kekecewaan ini, Vardan Minasyan kembali lagi untuk pimpin Armenia pada 2018-1919 UEFA Nations League D, tapi usai di belakang Makedonia, termasuk juga kekalahan 0-1 yang membuat malu di dalam rumah dari Gibraltar. [24] Sebab penghinaan ini, Minasyan dikeluarkan serta Armen Gyulbudaghyants dipilih jadi pelatih baru team Armenia. Armenia berperan serta dalam kwalifikasi UEFA Euro 2020 dengan raksasa Italia, Bosnia serta Herzegovina, bekas juara Eropa Yunani, Finlandia, serta Liechtenstein. Armenia kehilangan dua laga pembukaan ke Bosnia 1–2 tandang [25] serta Finlandia 0–2 di kandang, [26] serta semestinya di hilangkan cukup awal. Tetapi, Armenia mengawali kebangkitan mereka sesudah kekalahan ini, dengan pesiar kandang memberikan keyakinan 3-0 ke Liechtenstein [27] sebelum sukses membuat kemenangan tandang mengagetkan 3-2 atas Yunani, bekas juara UEFA Euro 2004. [28] Armenia alami kemerosotan kecil sesudah kalah di kandang dari team kuat Italia 1-3, [29] sebelum membuat surprise lain di kwalifikasi mereka dengan kemenangan memberikan keyakinan 4-2 atas Bosnia serta Herzegovina di tanah yang sama.